Doraemon 863 SUBTITLE IDN,MAY,ENG,JPN,THA,SPA,VIE,KOR

Comment
X
Share

“Bisakah kita bertukar alat-alat hebat ini?”

Ketika Nobita pulang sekolah dan memasuki kamarnya, Doraemon menyinari Cahaya Besarnya, mengubahnya menjadi raksasa raksasa. Setelah Nobita kembali ke ukuran aslinya, Doraemon menjelaskan bahwa ia sedang memilah-milah peralatannya. Alih-alih membuangnya, ia akan meminta pedagang abad ke-22 untuk membelinya.

Namun, ketika ia mengirimkan peralatan yang tidak diinginkannya dalam “Kotak Kytle”, ia menerima penawaran harga yang bahkan tidak cukup untuk membeli satu dorayaki (panekuk Jepang). Jadi, alih-alih menjualnya, ia memilih rencana yang memungkinkannya menukarnya dengan peralatan lain.

Kemudian, sebuah “Kotak Tukar” muncul, berisi alat yang menyerupai sapu. Menurut instruksi, alat itu disebut “Bokeh Terbang”, dan memungkinkan Nobita terbang bebas di udara hanya dengan menungganginya.

Nobita segera mencoba Bokeh Terbang. Doraemon senang mengetahui bahwa bahkan Nobita dapat menggunakannya dan bahkan dapat digunakan untuk menyapu. Berpikir untuk mengganti peralatan lainnya dengan yang baru, dia memasukkan semakin banyak peralatan ke dalam kotak kitle, tapi…!?

“Kotak kartu ramalan”

Sepulang sekolah, Nobita sedang makan dorayaki. Doraemon berbagi sedikit dengan Nobita, tetapi tak lama kemudian, Doraemon yang lain datang membawa sekantong dorayaki, yang membuat Nobita terkejut! Ternyata ada dua toko yang sedang mengadakan diskon khusus, jadi mereka menyuruh robot peniru untuk membelinya.

“Kotak Kartu Ramalan” milik Doraemon menunjukkan hasil ramalan dorayaki yang sedang diskon, tetapi ia tidak tahu toko mana itu, jadi mereka berpisah. Mereka diminta menggunakan tiga kartu sebagai petunjuk untuk mendapatkan ramalan, dan kartu yang keluar adalah “Dorayaki Gunung”, “Doraemon Tersenyum”, dan “Teh”.

Mereka mengerti bahwa dorayaki gunung berarti diskon, dan Doraemon tersenyum, tetapi mereka bingung, bertanya-tanya teh apa itu. Kemudian, Ibu membawakan teh yang diberikan seorang pelanggan. Doraemon senang, tetapi kemudian menumpahkan teh ke kakinya, membuatnya panik.

Kemudian, Nobita diminta oleh ibunya untuk mengantarkan sesuatu kepada bibinya yang tinggal di kota sebelah, jadi ia memutuskan untuk membaca ramalan menggunakan kotak kartu ramalannya. Kartu yang ia dapatkan adalah “kue”, “teh”, dan “anjing”…!?

Read Also

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *